17 October 2015

everything beautiful for its own time

sambil berkaca, saya berkata.......

jangan berkata jangan untuk jangan berubah.
karena tidak semua akan abadi.

berubah itu bisa bergerak maju bahkan mundur. kalau maju berarti dia berkembang lebih dulu, nah kalau mundur tandanya dia sedang mempersiapkan banyak waktu untuk lebih berkembang. perubahan gak selalu disamakan dengan kenaikan tahap. naik tahap gak mesti berarti peningkatan. dan diam di tempat juga bukan berarti kemunduran. tapi mundur atau turun itu justru melangkah. pikirkan kembali tentang bergerak, berpindah dan berkembang. karena semua itu berarti berubah.

percayalah kalau saat ini masih belum merasa ada titik perubahan, bukan berarti tidak akan ada perubahan sama sekali. hanya belum. biarkan yang lain berjalan lebih dahulu, nanti juga akan bertemu. yang perlu diingat, mereka sudah berubah karena mereka berkehendak dan berusaha sampai akhirnya Tuhan merasa sudah saatnya memberikan mereka kesempatan. dan sisanya? sederhana saja, pribadimu belum cukup matang seperti pribadi lain yang sudah tersiapkan hingga mampu melewati fase itu. cukup bersabar dan nikmati setiap prosesnya. tidak ada hasil jadi yang lebih menggiurkan ketika proses itu dilewati dengan lebih bijak dalam menghadapinya.

selama kamu berubah dalam ranah yang positif. jadikan perlakuan negatif yang terasa atau terlihat sebagai cambukan untuk menghindari itu. cobalah untuk maju tanpa menyingkirkan, naik tanpa menjatuhkan, baik tanpa menjelekkan dan benar tanpa menyalahkan. rasanya memang mudah untuk dikatakan, tapi bukan berarti sulit untuk dilakukan. cobalah dulu toh nanti juga akan terbiasa.

jangan lupa.. tidak ada kesuksesan tanpa halangan dan rintangan. disitulah bumbunya, memaksa kamu untuk tetap kuat, tidak goyah dan semakin pintar merancang strategi. kalaupun terjatuh di area rintangan, jangan bersedih. itu bukan berarti tidak bisa melewati rintangan, kamu tengah diuji. kecewa menjadi cara Tuhan dalam mengajarkan kita untuk lebih bersyukur dan kembali berjuang agar tidak berhenti menjadi pribadi yang terus berubah menjadi semakin baik. selesaikanlah yang ada saat ini sampai nantinya siap untuk bertemu dengan tantangan selanjutnya. kalau sudah mau ya harus mampu. hanya mengingatkan, hey! if you really want something, you don't stop for anyone or anything until you get it. enough said and keep going. just stop talking and begin!

hingga nantinya semua akan berbalik. kamu siap tersenyum dengan segenap kerja keras dan prioritas urusan-urusannya. hanya perihal waktu, kok :)
bersabarlah... sabar itu bukan tentang seberapa lama kamu menunggu, tapi seberapa banyak kebaikan yang kamu lakukan saat menunggu.bersabarlah menunggu masa depan, dia tidak akan kemana kecuali kamu meninggalkannya. jadi, janganlah menyerah. tanamkan kembali tentang sebuah tujuan. pikirkanlah tentang masa yang lebih jauh atas tindakan masa kini.

terakhir, percayalah tidak ada yang tidak mungkin kecuali kamu berhenti berdoa.dan kalau sudah berhasil, ingatlah masih ada langit di atas langit. terus bersyukur dan ulangi setiap proses perubahan dengan hati di bawah, dan tangan di atas.



09 October 2015

Berwisata ke Nostalgia


Akan kuajak kau berkelana. Jangan lupa siapkan satu keranjang penuh untuk suplemen kita, dan ya... limun! Limun segar harus tersedia, ya. Jangan tertinggal. Kusiapkan juga tenda untuk kita bermalam di samping danau. Nikmati merdunya jangkrik berkicau di bawah terang bulan. Bawalah serta selimut hangat hasil sulamanmu itu, supaya esoknya kita siap kembali bertualang. Bersama perahu kecil kita mendayuh keluar danau. Kita cari bahagia sampai tengah samudera. Kalau perlu kubawa kau ke antartika dan lanjutkan wisata hingga ke balik saturnus.

04 April 2015

Dewa Itu Bernama Asa

Dan ketika hubungan dua manusia dewasa menjadi sesuatu yang rumit, mungkin saat itulah manusia tersebut sudah dapat mengkategorikan dirinya dewasa. 
Terlepas dari segala cara berpikir dan mengambil keputusan yang kemudian menjadikan mereka terlihat tidak dewasa. 
Karena terkadang, hubungan yang terjalin atas dasar rasa bisa menjadikan logika manusia dewasa menjadi sangat sangat jauh dari dewasa. 
Tapi, akan ada dimana masanya mereka mulai menyadari ketidakdewasaannya itu, dan disitulah sesungguhnya mereka sudah menjadi dewasa dalam menghadapi kemungkinan proses pendewasaan lainnya. 
Hingga pada akhirnya, dewasa itu menjadi relatif dan tidak selalu menjadi penentu.

Selamat menjadi dewasa, manusia dewasa :)